Cerita Humor Lucu Penghilang Stress yang Selalu Menemani Sepanjang Hari

Zuklin : Nidurin Diri Sendiri Aja Gak Bisa , Gimana Nanti Nidurin Aku



Yang belum baca episode sebelumnya, silahkan cari di bawah. Kalo ga ketemu berarti fb kamu masih pake tampilan lama. Solusinya: ubah menjadi model kronologi untuk bisa melihat semua status yang pernah ada. Kalo ga bisa juga berarti DL, mengapa terlambat mengetahui blog ini. Hehe.

Okay kembali ke cerita hujan!

Singkat cerita -sebenarnya ga singkat kalo penulisnya ga males- gue akhirnya tidur di rumah Linntang. Tapi jangan berprasangka baik gue tidur nenenin, ups, nemenin dia sekamar ya? Gue di kamar tidur tamu, Linn di kamarnya sendiri.

Di luar hujan kembali menderas. Malam semakin dingin. Gue gelisah. Gue baca doa sebelum bobo. Pengen cepet-cepet tidur. Tapi dasar setan emang ga pernah nyerah, udah gue doa-doain masih aja menggoda hati gue yang suci ini.

Gue paksa memejam mata, tapi semakin gue merem, bayangan body Linn makin menari-nari.
Argh!

Gue bangun! Ngaca sebentar. Setelah itu melangkah perlahan ke luar menuju kamar Linn. Lalu dengan gaya sopir trek di warung remang-remang pinggir jalan, gue ngetuk pintu kamarnya: "Neng, bukain dong pintunya, Abang sudah ga tahan nih...

Astaghfirullah!
Gue istigfar tiga kali! Untung itu tadi cuma ada di khayalan. Dada gue berdebar. Paha gue bergetar! Ini karena nada getar hape yang ada di saku celana gue. Ada yang nelpon. Linn!

"Halo Mas. Maaf ganggu bentar.." suara Linn.
"Gapapa kok. Aku belum tidur?"
"Kenapa?"
"Ga tau. Dari tadi udah usaha tidur tapi ga bisa-bisa."
"Payah kamu Mas. Nidurin diri sendiri aja ga bisa, gimana nanti nidurin aku...
"Heh?! Ga sopan ya!"
"Hehe..
"Kamu sendiri kenapa belum tidur?"
"Sama sih Mas, ga bisa tidur juga...
"Sini, sini aku tidurin..
"Ga sopan Mas! Cium juga nih lama-lama."
"Haha Oh iya lupa."

Hening sebentar.
"Emm Mas..." Linn ragu-ragu mau ngomong.
"Ada apa beb?"
"Mas tidurnya ditemenin boleh ya?"
"Apah?!" gue terkesiap, henpon nyaris terlepas dari genggaman.
"Aku ke kamarnya Mas sekarang.."

Belum sempat gue jawab, telepon diputus begitu saja. Wah ini gokil! Harus gimana gue? Mempersilahkan Linn tidur di sini jelas bisa memancing kerusuhan, sementara melarangnya juga bukan keputusan yang tepat. Menolak rezeki itu ga baik iya kan? Binun! Dilema! Bagai makan buah simalakama mentah!

"Mas. Buka pintunya..."

Linn sudah datang! Oke tenang, tenang. Katanya lelaki harus bisa mengambil keputusan di saat genting seperti ini. Ya sudahlah, mungkin ini sudah takdir gue harus melakukan dosa terindah.

Gue buka pintu. Terlihat wajah Linn yang tersenyum malu-malu, mirip pengantin mau malam pertamaan.

"Emm.. Bisa kan Mas ranjangnya untuk berdua?"
"Bisa, bisa.." jawab gue kesetanan.
"Muat kan?"
"Percayalah beb, selalu tersedia ruang kosong, di hati juga tempat tidurku untuk kamu tempati.."

Tiba-tiba Pak Boing muncul! Apaan sih ih?! Kayaknya dia sengaja mata-matain gue deh, munculnya selalu di waktu yang tepat?

Linn menatap gue, seperti biasa ngasih senyuman, ga pernah ngasih duit. Dan berkata: "Tadi Pak Boing SMS, katanya kamarnya makin parah bocornya. Kasihan kan Mas? Yaudah aku suruh aja tidur di kamar tamu, sekalian nemenin kamu, Mas...

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Zuklin : Nidurin Diri Sendiri Aja Gak Bisa , Gimana Nanti Nidurin Aku