Cerita Humor Lucu Penghilang Stress yang Selalu Menemani Sepanjang Hari

Konsep Percaya Diri Dalam Islam

Sesungguhnya agama islam memerintahkan semoga berserah diri dan tulus kepada Tuhan SWT. Kita sebagai insan semoga percaya diri dan tidak putus asa untuk terus mencari rahmat Allah.

Banyak insan yang cepat putus asa bahkan melampiaskanya dengan bunuh diri,atau minum minuman keras,dan hal negatif lainya, hal itu disebabkan karena pemikiranya yang dangkal dan jauh dari nilai – nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an. Kita sebagai insan wajib ikhtiar, karena semua masalah pasti ada jalan keluarnya.

Lalu bagaimanakah bahwasanya Konsep percaya diri dalam aliran Islam itu? Mari kita simak saja selengkapnya menyerupai berikut di bawah ini.

Optimisme yaitu sebuah keyakinan yang akan membawa pada pencapaian hasil. Tidak ada yang bisa diperbuat tanpa keinginan dan percaya diri. Seorang yang bermental sebagai seorang pemenang, ia akan memiliki rasa percaya diri, ia bersungguh-sungguh dan yakin akan usahanya tersebut.

Inilah sisi lain dari makna tawakal. Setiap kali ia diterpa oleh tornado tantangan, segeralah ia memperbaiki dan dan membenahi diri, melaksanakan evaluasi lahir bathin seraya melemparkan pertanyaan yang membedah hati nuraninya. Dalam segala hal dia tidak pernah mencari kambing hitam dan tidak ada kamus “pesimis” karena tidak akan menolong dirinya kecuali menambah beban untuk mengatasi masalah yang dihadapinya.

Kepercayaan diri merupakan aspek kepribadian insan yang berfungsi penting untuk mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya. Tanpa adanya kepercayaan diri maka banyak masalah akan timbul pada manusia. Dengan adanya rasa percaya diri maka seseorang akan mudah bergaul. Menghadapi orang yang lebih tua, lebih pandai maupun lebih kaya, mereka tidak aib mau pun canggung.

Mereka akan berani menampakkan dirinya secara apa adanya, tanpa menonjol-nonjolkan kelebihan serta menutup-nutupi kekurangan. Ini disebabkan orang-orang yang percaya diri telah benar-benar memahami dan mempercayai kondisi dirinya, sehingga telah bisa mendapatkan keadaan dirinya apa adanya.

Alloh SWT berfirman dalan Qs Yusuf ayat 78,Artinya

Hai anak-anakku, pergilah kamu, Maka carilah gosip ihwal Yusuf dan saudaranya dan jangan kau berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”(Q.S Yusuf: 87)

Hai anak-anakku, pergilah kamu, Maka carilah gosip ihwal Yusuf dan saudaranya(pangkal ayat 87). dengan perintah Beliau menyerupai ini kepada anaknya bertambah nampaklah kepastian dalam hati dia bahwa mereka masih ada.dan dia tegaskan lagi “dan jangan kau berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”[1]

Siapakah orang-orang yang percaya diri dan tidak putus asa itu, dan kepada siapakah yang berhak memberi perintah semoga percaya diri dan tidak putus asa tersebut? Perlu kita ketahui bersama bahwa sesungguhnya agama islam memerintahkan kepada kita semua semoga kita percaya diri dan tidak putus asa dalam mencari rahmat dan hidayah Tuhan SWT. Kita sebagai insan wajib ikhtiar kepada Tuhan SWT karena semua masalah pasti ada jalan keluarnya.

Sebagaimana pesan Nabi Yakub As kepada anak-anaknya dalam mencari saudaranya Yusuf serta Bunyamin. Pada ayat tersebut diatas pesan nabi Yakub As bukan saja memerintahkan kepada anak-anaknya untuk terus berharap dan percaya diri serta tidak putus asa dalam mencari saudaranya, tetapi ada pesan kepada kita semua semoga percaya diri dan tidak putus asa dalam mencari rahmat Tuhan SWT.

Kata “Rauh” dari ayat tersebut lebih dalam makna dan takaranya serta lebih banyak kandunganya, didalamnya mengandung naungan daerah beristirahat dari bencana alam yang mencekik dengan apa yang menghibur jiwa.

Maka dari itu orang-orang yang beriman selalu berhubugan dengan Allah, raga dan bathin mereka selalu disirami dengan ruh Tuhan yang menghidupkan dan menyemangatinya. Mereka itu tidak pernah putus asa dari rahmat Allah, walaupun mereka diliputi oleh segala bencana alam yang menghampirinya, karena mereka dalam ketenangan kepercayaan terhadap Tuhan SWT.

 Dari ayat diatas juga penulis berpendapat bahwa Yakub sebagai orang renta yang tentunya banyak memiliki pengalaman dan kesabaran juga ilmu yang tinggi. Penulis berpendapat bahwa pesan percaya diri dan tidak putus asa bukan saja ditunjukan bagi orang renta kepada anaknya, orang yang lebih renta kepada yang lebih muda tetapi juga pesan yang disampaikan dari orang yang bakir baik renta ataupun muda.

Kenapa kita harus percaya diri dan tidak putus asa? Tidak banyak orang yang sadar bahwa kehidupan seseorang sangat ditentukan oleh cara berfikirnya. Apabila ia berfikir atau mempunyai gambaran sebagai orang yang penakut dan pesimis, maka gambaran tersebut akan menghipnotis seluruh potensi dirinya yang ada sebagai seorang yang penakut. Ketakutan dan keputus asaan seseorang dalam mencari rahmat Tuhan yaitu karena ketidak mampuan dan ketidak yakinan orang tersebut dalam menghadapi masalah tersebut.

Firman Tuhan SWT dalam surat Al- Hijr ayat 52:

Artinya 52. Ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan: “Salaam”. Berkata Ibrahim: “Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu”.

Kata “Wajilun” terambil dari kata “Wajal” yaitu kegoncangan hati akhir menerka akan terjadi sesuatu yang buruk[3]. Pantaslah Tuhan SWT sendiri berkata “aku menurut prasangkamu”[4]. Apabila kita memiliki prasangka buruk kepada Tuhan SWT, berarti kita menghinakan diri sendiri dan bersiap untuk mendapatkan keburukan tersebut.

Ajaran islam yaitu aliran yang positif, menghindari segala bentuk negative sehingga harus tertanam pada jiwa kita bahwa bantalan an apapun yang menggiring kita pada sikap pesimistis yaitu bertentangan dengan aliran islam sendiri.
Hal ini sesuai dengan firman Tuhan SWT dalam surat Al-Hijr ayat 53: artinya :

53. Mereka berkata: “Janganlah kau merasa takut, Sesungguhnya kami memberi kabar besar hati kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim.

Berfikir positif akan memperlihatkan dorongan sikap dan tingkah lakuyang positif pula. Jiwa yang positif tampak garang penuh antusiasme dan keberanian yang sangat mendalam, dalam hidupnya tidak ada kata putus asa dan menyerah, karena bagi Tuhan semuanya mudah, siapa saja yang Tuhan kehendaki pasti dia akan mendapatkan rahmatNya, oleh karena itu tidak pantas bagi orang yang beriktiar dalam mencari rahmat Tuhan mempertanyakan apakah usahanya tersebut akan berhasil atau tidak, karena hal tersebut mengandung keputusasaan.

Firman Tuhan dalam surat Al-Hijr ayat 54: Artinya :

Berkata Ibrahim: “Apakah kau memberi kabar besar hati kepadaku padahal usiaku Telah lanjut, Maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) gosip besar hati yang kau kabarkan ini?”

Dan dalam surat Al-Hijr ayat 55, Tuhan berfirman: Artinya:

Mereka menjawab: “Kami memberikan kabar besar hati kepadamu dengan benar, Maka janganlah kau termasuk orang-orang yang berputus asa”.

Pada ayat 55 tersebut diatas memperlihatkan dorongan kepada kita untuk selalu percaya diri dan tidak merasa putus asa. Bagaimana mungkin kita pesimis dan penakut, apabila semenjak awal penciptaan insan sudah disiapkan untuk menjadi pemenang dan petarung yang hebat. Bukankah dari berjuta-juta sperma yang memancar hanya satu yang berhasil untuk memperebutkan indung telur, dan satu sperma yang berhasil membuahinya itu tidak lain yaitu kita! Yakinkan pada diri bahwa kita terlahir untuk menjadi pemenang.

 Termasuk kedalam golongan apakah orang-orang yang tidak percaya diri dan putus asa itu? Sikap percaya diri dan tidak putus asa yang dilandaskan pada iman, menimbulkan segala bentuk tekanan tidak dijadikan sebagai kendala, tetapi sebuah tantangan yang akan membentuk kepribadian dirinya menjadi lebih cemerlang. Sebaliknya orang yang memiliki sikap tidak percaya diri, putus asa, dan pesimis yaitu termasuk orang-orang yang putus harapan, fasik dan sesat, serta kufur.

Firman Tuhan SWT: Artinya:

Ibrahim berkata: “Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat”.(Q.S Al-Hijr 56)

Juga firman Tuhan dalam surat Yusuf ayat 87: … Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.

Dan firman Tuhan dalam surat Al-Imran ayat 82: Artinya:

Barang siapa yang berpaling sesudah itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik.

Balasan apa yang diterima bagi orang-orang yang percaya diri dan tidak putus asa, serta serta jawaban apa pula yang diterima bagi orang-orang yang tidak percaya diri dan putus asa? Ada sebuah peribahasa “Berilah dan engkau akan menerima” [5]. Pernyataan tersebut sederhana namun mengandung makna yang sangat mendalam. Apa yang kita berikan itu pada dasarnya yaitu apa yang akan kita terima di masa yang akan datang. Kita begini dan begitu yaitu hasil dari pilihan kita sendiri.

Firman Tuhan SWT dalam surat Az-Zazalah ayat 7-8:  Artinya:

7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

 Semua perbuatan yang kita lakukan didunia akan dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan SWT. Sekecil apapun perbuatan kita didunia akan dipertanggungjawabkan di akherat kelak. Kata Az-Zarrah yaitu semut yang terkecil (maksudnya atom)[6] . Begitupun bagi orang yang tawakal, percaya diri dan tidak putus asa dalam mencari ridho Allah, mereka kelak akan menemui tuhanya dan akan mendapatkan jawaban yang setimpal yaitu surga. Dan bagi orang –orang yang melanggar perintah Tuhan akan dibalas dengan siksaan yang pedih.

Firman Tuhan SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 223:

…dan bertakwalah kepada Tuhan dan Ketahuilah bahwa kau kelak akan menemui-Nya. dan berilah kabar besar hati orang-orang yang beriman.
Apa yang dianugrahkan kepada kita yaitu sesuatu yang terang mendatangkan manfaat bagi kehidupan kita semenjak awalnya[7]. Ketahuilah bahwa kelak kita akan menemui tuhanya dan akan membalas perbuatan yang kita lakukan.

Itulah sekelumit ihwal Konsep percaya diri dalam Islam yang bisa saya sampaikan, Benarnya semata-mata dari Alloh dan salahnya karena kebodohan dan ketidak tahuan saya pribadi,mudahmudahan tulisanini bermanfaat untuk kita semua.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Konsep Percaya Diri Dalam Islam