Jika anda sedang mencari dongeng lucu untuk di baca atau untuk materi lelucon anda!
Di sini lah tempat yang sempurna ^_^
Di bawah ini sudah tersedia 25 kata kata lucu untuk anda..
Semoga terhibur.

Di bawah ini sudah tersedia 25 kata kata lucu untuk anda..
Semoga terhibur.
NEK … KELUAR DONG
Romlah mengajak Parno, anak Romlah yang berumur 4 tahun, untuk meletakkan bunga di makam nenek buyutnya.
Romlah menjelaskan pada Parno bahwa nenek buyutnya dikubur di makam itu dan mereka datang membawakan bunga untuknya.
Parno merenungkan kata-kata itu selama beberapa detik, lalu secara pelan-pelan beliau membungkukkan badan, mengetuk watu nisan nenek buyutnya dan berkata,
”Hey, Nek, keluar dong … dan ambil bunganya, ya!”
Romlah mengajak Parno, anak Romlah yang berumur 4 tahun, untuk meletakkan bunga di makam nenek buyutnya.
Romlah menjelaskan pada Parno bahwa nenek buyutnya dikubur di makam itu dan mereka datang membawakan bunga untuknya.
Parno merenungkan kata-kata itu selama beberapa detik, lalu secara pelan-pelan beliau membungkukkan badan, mengetuk watu nisan nenek buyutnya dan berkata,
”Hey, Nek, keluar dong … dan ambil bunganya, ya!”
NGGAK SENGAJA
Suatu hari seorang ayah mengendarai kendaraan beroda empat bersama dengan anak yang masih berusia empat tahun. Tanpa sengaja tangan sang ayah menekan klakson. Anak itu memandang ayahnya meminta penjelasan. “Saya nggak sengaja melakukannya.” Ucap sang ayah. Anak itu menjawab, “Aku tahu itu.” “Bagaimana kau mampu tahu?”, tanya ayahnya. Anak itu berkata lagi, “Karena ayah tidak bilang ‘brengsek’ setelah kejadian itu!”
Suatu hari seorang ayah mengendarai kendaraan beroda empat bersama dengan anak yang masih berusia empat tahun. Tanpa sengaja tangan sang ayah menekan klakson. Anak itu memandang ayahnya meminta penjelasan. “Saya nggak sengaja melakukannya.” Ucap sang ayah. Anak itu menjawab, “Aku tahu itu.” “Bagaimana kau mampu tahu?”, tanya ayahnya. Anak itu berkata lagi, “Karena ayah tidak bilang ‘brengsek’ setelah kejadian itu!”
MENGURUS ANAK
Seorang anak kecil berkata kepada ayahnya.
Anak : “Pap, saya duka alasannya ialah Mami tidak tahu bagaimana mengurus anak.”
Ayah : “Kenapa kau bilang begitu?”
Anak : “Ya … alasannya ialah Mami selalu menyuruh saya tidur malam hari dikala saya belum mengantuk dan membangunkan saya pagi hari dikala saya masih mengantuk.”
Ayah : “??!!??””
Seorang anak kecil berkata kepada ayahnya.
Anak : “Pap, saya duka alasannya ialah Mami tidak tahu bagaimana mengurus anak.”
Ayah : “Kenapa kau bilang begitu?”
Anak : “Ya … alasannya ialah Mami selalu menyuruh saya tidur malam hari dikala saya belum mengantuk dan membangunkan saya pagi hari dikala saya masih mengantuk.”
Ayah : “??!!??””
PENUH IBU
Seorang anak berumur 5 tahun yang terpisah dari ibunya berlarian diantara rak-rak sebuah supermarket yang sangat besar sambil berteriak-teriak, Marian …, Marian …, Akhirnya beliau bertemu dengan ibunya yang marah kepadanya,”Kamu seharusnya tidak boleh memanggilku dengan Marian. Aku ini ibumu, tahu!!” “Aku tahu,” kata anaknya, “tapi lihatlah seluruh supermarket ini penuh dengan ibu.”
Seorang anak berumur 5 tahun yang terpisah dari ibunya berlarian diantara rak-rak sebuah supermarket yang sangat besar sambil berteriak-teriak, Marian …, Marian …, Akhirnya beliau bertemu dengan ibunya yang marah kepadanya,”Kamu seharusnya tidak boleh memanggilku dengan Marian. Aku ini ibumu, tahu!!” “Aku tahu,” kata anaknya, “tapi lihatlah seluruh supermarket ini penuh dengan ibu.”
NGGAK AKAN TUMBUH
Seorang anak yang sedang memperhatikan ayahnya mengubur seekor kucing yang mati ditabrak kendaraan beroda empat berkata, “Ngapain sih repot-repot ngubur kucing Pa, toh kucing itu nggak akan tumbuh”
Seorang anak yang sedang memperhatikan ayahnya mengubur seekor kucing yang mati ditabrak kendaraan beroda empat berkata, “Ngapain sih repot-repot ngubur kucing Pa, toh kucing itu nggak akan tumbuh”
MAKAN UMPAN
Seorang anak lelaki protes keras ketika ibunya meminta supaya ia mengajak adik perempuannya memancing. “Pada waktu terakhir ia ikut pergi, saya sama sekali tidak mendapat seekor ikan pun!” jawab si anak lelaki keberatan. “Ibu akan berbicara padanya, “kata ibu, “dan ibu berjanji, kali ini beliau tidak akan ribut lagi.” “Bukan soal ribut, Bu, Dia memakan umpanku hingga habis.”
Seorang anak lelaki protes keras ketika ibunya meminta supaya ia mengajak adik perempuannya memancing. “Pada waktu terakhir ia ikut pergi, saya sama sekali tidak mendapat seekor ikan pun!” jawab si anak lelaki keberatan. “Ibu akan berbicara padanya, “kata ibu, “dan ibu berjanji, kali ini beliau tidak akan ribut lagi.” “Bukan soal ribut, Bu, Dia memakan umpanku hingga habis.”
TAMBAH JELEK
Suatu hari, anak perempuan yang gres berumur enam tahun melihat mamanya sedang memakai masker wajah. Dia bertanya, “Itu apaan sih, mama?” Mamanya menjawab, “Ini akan membuat wajah mama menjadi cantik.” Ketika mamanya selesai mengoleskan masker di wajahnya, anak tersebut memandang wajahnya dengan cermat dan berkata, “Buang saja krim itu mah, alasannya ialah wajah mama kelihatan tambah jelek.”
Suatu hari, anak perempuan yang gres berumur enam tahun melihat mamanya sedang memakai masker wajah. Dia bertanya, “Itu apaan sih, mama?” Mamanya menjawab, “Ini akan membuat wajah mama menjadi cantik.” Ketika mamanya selesai mengoleskan masker di wajahnya, anak tersebut memandang wajahnya dengan cermat dan berkata, “Buang saja krim itu mah, alasannya ialah wajah mama kelihatan tambah jelek.”
SUDAH GELAP APA BELUM
Selama mempersiapkan segala sesuatu untuk liburan keluarga, sepasang suami – istri menjelaskan pada anak-anaknya yang masih kecil bahwa mereka akan duduk dalam kendaraan beroda empat untuk waktu yang sangat lama.
Anak-anak juga diberitahu bahwa mereka akan hingga ditempat tujuan setelah hari gelap, dan mereka dilarang keras tidak boleh bertanya “Ma … kita sudah hingga apa belum?” Setelah beberapa menit perjalanan, anak lelaki mereka yang berumur lima tahun bertanya, “Ma … hari sudah gelap apa belum?”
Selama mempersiapkan segala sesuatu untuk liburan keluarga, sepasang suami – istri menjelaskan pada anak-anaknya yang masih kecil bahwa mereka akan duduk dalam kendaraan beroda empat untuk waktu yang sangat lama.
Anak-anak juga diberitahu bahwa mereka akan hingga ditempat tujuan setelah hari gelap, dan mereka dilarang keras tidak boleh bertanya “Ma … kita sudah hingga apa belum?” Setelah beberapa menit perjalanan, anak lelaki mereka yang berumur lima tahun bertanya, “Ma … hari sudah gelap apa belum?”
SUDAH PECAH
Bono : “Ibu, nanti kalau ibu berulang tahun, akan saya hadiahkan lampu kristal.”
Ibu : “Oh, nggak perlu, Sayang. Ibu sudah punya lampu kristal!”
Bono : “Sekarang Ibu nggak punya lagi. Lampu kristal ibu sudah pecah kena lemparan bola saya.”
Bono : “Ibu, nanti kalau ibu berulang tahun, akan saya hadiahkan lampu kristal.”
Ibu : “Oh, nggak perlu, Sayang. Ibu sudah punya lampu kristal!”
Bono : “Sekarang Ibu nggak punya lagi. Lampu kristal ibu sudah pecah kena lemparan bola saya.”
KAYA
Bono dan Tejo sedang meributkan siapa yang lebih kaya diantara ayah mereka.
Bono : “Bokap gua kaya banget, beliau bentar lagi mau beli Laut Jawa!”
Tejo : “Oya…?? Kalau gitu gua akan bilang sama bokap gua supaya Laut Jawa jangan dijual!”
Bono dan Tejo sedang meributkan siapa yang lebih kaya diantara ayah mereka.
Bono : “Bokap gua kaya banget, beliau bentar lagi mau beli Laut Jawa!”
Tejo : “Oya…?? Kalau gitu gua akan bilang sama bokap gua supaya Laut Jawa jangan dijual!”
TIDAK SERAKAH
Seorang bocah yang bermain di liga bocah ditanya oleh ayahnya wacana bagaimana pertandingan yang gres saja diikuti anaknya. Sang anak menjawab, “Pertandingan akan lebih bagus seandainya tim lawan sudah berguru bagaimana untuk saling bergantian dan tidak serakah menguasai bola …”
Seorang bocah yang bermain di liga bocah ditanya oleh ayahnya wacana bagaimana pertandingan yang gres saja diikuti anaknya. Sang anak menjawab, “Pertandingan akan lebih bagus seandainya tim lawan sudah berguru bagaimana untuk saling bergantian dan tidak serakah menguasai bola …”
PUTUS ASA
Si Tejo dengan penuh rasa ingin tahu mengamati ibunya yang sedang memoleskan krem pembersih ke wajahnya.
“Kenapa sih … Ibu selalu mengoleskan itu di wajah?” tanya Tejo.
“Supaya Ibu Cantik,” jawab si Ibu.
Tak berapa lama kemudian, Ibu si Tejo mengambil kapas dan mengusap krem yang menempel diwajahnya. “Lho kok dihapus? Putus asa ya … ?” tanya Tejo.
Si Tejo dengan penuh rasa ingin tahu mengamati ibunya yang sedang memoleskan krem pembersih ke wajahnya.
“Kenapa sih … Ibu selalu mengoleskan itu di wajah?” tanya Tejo.
“Supaya Ibu Cantik,” jawab si Ibu.
Tak berapa lama kemudian, Ibu si Tejo mengambil kapas dan mengusap krem yang menempel diwajahnya. “Lho kok dihapus? Putus asa ya … ?” tanya Tejo.
TETANGGA MISKIN
Dengan tergopoh-gopoh Ani yang masih kecil itu masuk ke rumah. “Ayah … Ibu …!!” teriaknya. “Tetangga kita itu pasti orang miskin …” Si ayah dan si ibu sangat terkejut mendengar ucapannya itu alasannya ialah bergotong-royong kawasan tempat tinggal mereka ialah kawasan pemukiman orang berada. “Mengapa kau mengatakan begitu, sayang?” “Sebab, mereka sudah ribut hanya alasannya ialah anaknya menelan uang logam seratus rupiah.”
Dengan tergopoh-gopoh Ani yang masih kecil itu masuk ke rumah. “Ayah … Ibu …!!” teriaknya. “Tetangga kita itu pasti orang miskin …” Si ayah dan si ibu sangat terkejut mendengar ucapannya itu alasannya ialah bergotong-royong kawasan tempat tinggal mereka ialah kawasan pemukiman orang berada. “Mengapa kau mengatakan begitu, sayang?” “Sebab, mereka sudah ribut hanya alasannya ialah anaknya menelan uang logam seratus rupiah.”
BELUM BISA BACA
Seorang anak kecil, sedang berguru komputer dengan menggunakan komputer ayahnya.
Ayah : “Sedang apa, sayang?”
Anak : “Ini yah, saya sedang menulis cerita!” Ayah : “Menulis dongeng wacana apa, sayang?” Anak : “Nggak tahu saya kan belum mampu baca…!”
Seorang anak kecil, sedang berguru komputer dengan menggunakan komputer ayahnya.
Ayah : “Sedang apa, sayang?”
Anak : “Ini yah, saya sedang menulis cerita!” Ayah : “Menulis dongeng wacana apa, sayang?” Anak : “Nggak tahu saya kan belum mampu baca…!”
MELANGGAR SUMPAH
Amir curhat wacana kebiasaannya yang suka selingkuh kepada Arman temannya.
Amir : “Bagaimana caranya... supaya saya dapat terbebas dari kebiasaan selingkuh dengan pasienku? Aku melanggar sumpah dokterku kan!”
Arman : “Saya kira itu hal yang wajar, laki-laki kebanyakan suka selingkuh, apakah pasienmu banyak yang cantik?”
Amir : “Kamu nggak tahu ya! Aku ini kan dokter hewan...”
Arman : “Wah.....?????!!!”
Amir curhat wacana kebiasaannya yang suka selingkuh kepada Arman temannya.
Amir : “Bagaimana caranya... supaya saya dapat terbebas dari kebiasaan selingkuh dengan pasienku? Aku melanggar sumpah dokterku kan!”
Arman : “Saya kira itu hal yang wajar, laki-laki kebanyakan suka selingkuh, apakah pasienmu banyak yang cantik?”
Amir : “Kamu nggak tahu ya! Aku ini kan dokter hewan...”
Arman : “Wah.....?????!!!”
NUNGGU GILIRAN
Sepasang kakek dan nenek memesan makanan. Saat semua pesanan sudah dimeja, sang nenek eksklusif menyantap hidangan tersebut, tetapi si kakek hanya menatapnya saja. Orang : “Kakek kok tidak makan, tidak suka makanannya ya...?” Kakek : “Siapa bilang, saya suka kok?!” Orang : “Kenapa dari tadi hanya dipandangi saja, lihat Kek, Nenek saja sudah hampir menghabiskan makanannya?” Kakek : “Begini, Kakek cuma nunggu giliran saja!” Orang : “Maksud kakek, giliran apa?” Kakek : “Kami tadi cuma membawa satu pasang gigi palsu, jadi setelah nenek selesai makan, gres kakek yang mampu makan kan gigi palsu gantian ...”
Sepasang kakek dan nenek memesan makanan. Saat semua pesanan sudah dimeja, sang nenek eksklusif menyantap hidangan tersebut, tetapi si kakek hanya menatapnya saja. Orang : “Kakek kok tidak makan, tidak suka makanannya ya...?” Kakek : “Siapa bilang, saya suka kok?!” Orang : “Kenapa dari tadi hanya dipandangi saja, lihat Kek, Nenek saja sudah hampir menghabiskan makanannya?” Kakek : “Begini, Kakek cuma nunggu giliran saja!” Orang : “Maksud kakek, giliran apa?” Kakek : “Kami tadi cuma membawa satu pasang gigi palsu, jadi setelah nenek selesai makan, gres kakek yang mampu makan kan gigi palsu gantian ...”
BIAR CEPAT DINGIN
Seorang Ibu melihat anaknya memasukkan obat ke dalam teh panasnya, kemudian Ibu itu bertanya Ibu : “Apa yang kau masukkan kedalam teh kamu, Nak?” Anak : “Obat penurun panas, Bu biar tehnya cepat dingin” Ibu : “Waduhh…!!
Seorang Ibu melihat anaknya memasukkan obat ke dalam teh panasnya, kemudian Ibu itu bertanya Ibu : “Apa yang kau masukkan kedalam teh kamu, Nak?” Anak : “Obat penurun panas, Bu biar tehnya cepat dingin” Ibu : “Waduhh…!!
NGGAK ADA YANG PALSU
Seorang istri meminta kendaraan beroda empat sebagai hadiah ulang tahun, tetapi sang suami malah membelikannya sebuah kalung berlian. Teman sang suami pun bertanya Teman : “Istri kau minta mobil, tapi kenapa kau membelikan istrimu kalung berlian itu?” Suami : “Ya, alasannya ialah susah cari kendaraan beroda empat yang palsu.” Teman : ????!!!
Seorang istri meminta kendaraan beroda empat sebagai hadiah ulang tahun, tetapi sang suami malah membelikannya sebuah kalung berlian. Teman sang suami pun bertanya Teman : “Istri kau minta mobil, tapi kenapa kau membelikan istrimu kalung berlian itu?” Suami : “Ya, alasannya ialah susah cari kendaraan beroda empat yang palsu.” Teman : ????!!!
BERUBAH
Anak : “Saya nggak mau lagi sekolah!”
Ayah : “Kenapa?”
Anak : “Tiga hari lalu kata guru empat tambah empat sama dengan delapan. Kemarin beliau bilang enam tambah dua sama dengan delapan. Tadi pagi lain lagi, lima tambah tiga sama dengan delapan. Kita khan nggak mampu berguru kalau saban hari berubah-ubah begitu!”
Anak : “Saya nggak mau lagi sekolah!”
Ayah : “Kenapa?”
Anak : “Tiga hari lalu kata guru empat tambah empat sama dengan delapan. Kemarin beliau bilang enam tambah dua sama dengan delapan. Tadi pagi lain lagi, lima tambah tiga sama dengan delapan. Kita khan nggak mampu berguru kalau saban hari berubah-ubah begitu!”
BISA BERSIUL
Suatu hari Tejo menangis meraung-raung … “Kenapa kau menangis, Nak?”
“Tejo ingin dibelikan gigi palsu yang mampu dilepas-lepas menyerupai punya Kakek!”
“Kok kau ingin gigi palsu sih, Jo?”
“Hu … hu … biar Tejo mampu gosok gigi sambil bersiul!”
Suatu hari Tejo menangis meraung-raung … “Kenapa kau menangis, Nak?”
“Tejo ingin dibelikan gigi palsu yang mampu dilepas-lepas menyerupai punya Kakek!”
“Kok kau ingin gigi palsu sih, Jo?”
“Hu … hu … biar Tejo mampu gosok gigi sambil bersiul!”
BERACUN
Bono disiapkan sarapan pagi sereal dengan susu oleh ibunya. Bono yang mempunyai aquarium, berjalan ke arah aquarium dengan segenggam sereal di tangan, berniat menunjukkan sereal tersebut untuk makanan ikan-ikan didalam aquarium. Tepat ketika Bono akan menunjukkan sereal, ibunya masuk ke ruang makan. “Bono, jangan kau menunjukkan sereal itu kepada ikan, nanti ikannya mati semua,” tegur ibunya. Dengan wajah pucat Bono menjawab, “Lalu, mengapa ibu berikan sereal ini kepada saya?”
Bono disiapkan sarapan pagi sereal dengan susu oleh ibunya. Bono yang mempunyai aquarium, berjalan ke arah aquarium dengan segenggam sereal di tangan, berniat menunjukkan sereal tersebut untuk makanan ikan-ikan didalam aquarium. Tepat ketika Bono akan menunjukkan sereal, ibunya masuk ke ruang makan. “Bono, jangan kau menunjukkan sereal itu kepada ikan, nanti ikannya mati semua,” tegur ibunya. Dengan wajah pucat Bono menjawab, “Lalu, mengapa ibu berikan sereal ini kepada saya?”
BERUMUR 5 TAHUN
“Perlu kalian ingat anak-anak,” kata seorang guru IPA.”Kalian dapat menyebutkan umur sebuah pohon berdasarkan jumlah bulat yang tampak dalam irisan melintangnya. Satu bulat sama artinya dengan satu tahun.” Si kecil Doni pulang ke rumah untuk makan malam dan sebagai hidangan pencuci mulut, mamanya menyajikan jelly gulung. “Aku nggak mau memakannya, Ma, “kata Doni, Jelly itu sudah berumur 5 tahun!”
“Perlu kalian ingat anak-anak,” kata seorang guru IPA.”Kalian dapat menyebutkan umur sebuah pohon berdasarkan jumlah bulat yang tampak dalam irisan melintangnya. Satu bulat sama artinya dengan satu tahun.” Si kecil Doni pulang ke rumah untuk makan malam dan sebagai hidangan pencuci mulut, mamanya menyajikan jelly gulung. “Aku nggak mau memakannya, Ma, “kata Doni, Jelly itu sudah berumur 5 tahun!”
LEBIH BESAR
Anak : “Mama tidak adil, mengapa kakak selalu mendapat belahan kudapan manis yang lebih besar dari aku?” Mama : “Tapi, sayang … kan kakakmu jauh lebih besar dari kamu. Tunggu nanti kalau kau sudah besar.” Anak : “Tapi … hingga kapan pun ia pasti lebih besar dari saya …”
Anak : “Mama tidak adil, mengapa kakak selalu mendapat belahan kudapan manis yang lebih besar dari aku?” Mama : “Tapi, sayang … kan kakakmu jauh lebih besar dari kamu. Tunggu nanti kalau kau sudah besar.” Anak : “Tapi … hingga kapan pun ia pasti lebih besar dari saya …”
YANG DI DALAM PETI
Ketika melihat kerumunan orang yang ramai disepanjang jalan menuju makam, seorang perjaka menghampiri bocah yang dengan seriusnya mengikuti jalannya upacara pemakaman. “Siapa yang meninggal, Dik?” tanya perjaka itu dengan penasaran. Sang bocah dengan kalemnya menjawab, “Itu … yang di dalam peti!”
Ketika melihat kerumunan orang yang ramai disepanjang jalan menuju makam, seorang perjaka menghampiri bocah yang dengan seriusnya mengikuti jalannya upacara pemakaman. “Siapa yang meninggal, Dik?” tanya perjaka itu dengan penasaran. Sang bocah dengan kalemnya menjawab, “Itu … yang di dalam peti!”
AYAM BERBUNGA
Untuk pertama kalinya Ari mengunjungi neneknya yang tinggal di kawasan peternakan. Disitu beliau melihat seekor Burung Merak yang belum pernah beliau lihat sebelumnya. Dengan heran ia terus memandangi burung itu, dan tiba-tiba ia berlari masuk ke rumah dan berteriak histeris, “Nekkk …, lihat! Salah satu dari ayam-ayam nenek sudah berbunga!”
Untuk pertama kalinya Ari mengunjungi neneknya yang tinggal di kawasan peternakan. Disitu beliau melihat seekor Burung Merak yang belum pernah beliau lihat sebelumnya. Dengan heran ia terus memandangi burung itu, dan tiba-tiba ia berlari masuk ke rumah dan berteriak histeris, “Nekkk …, lihat! Salah satu dari ayam-ayam nenek sudah berbunga!”