Cerita Humor Lucu Penghilang Stress yang Selalu Menemani Sepanjang Hari

Golongan Manusia Ada Tiga, Termasuk Yang Manakah Kita?


Seorang shufi berkata, “Manusia itu ada tiga macam, ada insan yang sempurna, ada yang kurang sempurna, ada yang tidak tepat sama sekali. 

Adapun insan yang tepat yaitu seorang yang pintar dan mau bermusyawarah dengan orang lain. Sedangkan insan yang setengah tepat yaitu seorang yang mempunyai pendapat dan ia tidak mau bermusyawarah dengan pihak lain. Adapun seorang yang tidak tepat sama sekali yaitu seorang yang tidak mempunyai pikiran dan tidak mau bermusyawarah dengan orang lain.”


Yang dimaksud insan yang tepat dalam hal ini, yaitu dalam segi kesempurnaan akal. Maka kesempurnaan logika itu tergantung apa ia masih bersedia membuka diri untuk bermusyawarah dengan orang-orang yang lebih jago di bidangnya dan dapat dipercaya, sampai mampu menambah keyakinan terhadap keputusannya.

Tentunya memilih orang-orang kepercayaan itu juga harus selektif, bukan bermusyawarah dengan pihak yang sekedar dikenal secara zhahir, lantas dilibatkan dalam bermusyawarah untuk sebuah kemaslahatan, alasannya yaitu ada di kalangan masyarakat itu yang nrimo menunjukkan nasehat kebaikan, namun tak jarang pula ada orang yang memiliki sifat iri dan dengki yang selalu berusaha menjerumuskan orang lain ke dalam kehinaan.

Ada juga seseorang yang sifatnya setengah sempurna, sampai lebih mengutamakan pendapat pribadinya, tanpa mau bermusyawarah dengan pihak lain yang lebih jago pada bidangnya, demi menerima hasil aliran yang lebih matang dan bermanfaat. 

Sungguh sayang sekali orang yang memiliki sifat mirip ini, alasannya yaitu sekalipun ia mempunyai banyak impian dan keinginan, maka perkembangannya menjadi tsagnan  dan tidak akan mudah berkembang untuk lebih maju.

Namun yang lebih parah lagi yaitu orang yang tidak memiliki pikiran sama sekali, alias otaknya bebal. Di samping akalnya tidak dapat dikembangkan dan ia juga enggan untuk bertanya atau bermusyawarah dengan orang lain. Maka pada tipe yang terakhir ini menyerupai seseorang yang berotak kerbau sekalipun ia bertubuh manusia.

Termasuk tipe orang yang berotak kerbau khusus di bidang keagamaan adalah, apa yang dikatakan dalam syair, yang artinya:

“Wahai anakku bahu-membahu ada orang yang mirip binatang ternak dalam rupa insan yang mampu mendengar dan melihat.
Dia sangat cerdik bila ada bencana alam menimpa hartanya, namun bila ada bencana alam yang menimpa agamanya ia tidak peduli sama sekali”

Astagfirullah

Semoga Bermanfaat

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Golongan Manusia Ada Tiga, Termasuk Yang Manakah Kita?