Cerita Humor Lucu Penghilang Stress yang Selalu Menemani Sepanjang Hari

Sebuah Catatan Galau


Aku yang menurutmu perhatian, menyenangkan, punya banyak waktu, tapi bila di hatimu bukan siapa-siapa apa hebatnya?

Dan dia, meski menurutmu kurang perhatian, membosankan, hampir tak punya waktu, tapi bila di hatimu yakni segala-galanya, berarti dialah juaranya.

Sebuah Catatan Galau

Jika kau kendaraan beroda empat maka saya ini tak ubahnya bengkel. Kamu menemuiku hanya ketika ingin memperbaiki kondisimu yang jengkel. Di ketika kecewa kau kepadaku membawa urai air mata. Dan entah kenapa saya justru bangga, kemudian berusaha sebisaku sehinga matamu kembali berbinar, hingga senyummu kupastikan kembali melebar.

Sementara dia?! Dia ibarat garasi, tempatmu kembali mengistirahatkan diri dari malam hingga pagi. Kepadaku, seberapapun lamanya kau mampir, saya sadar itu hanya parkir, bukan sebuah pemberhentian terakhir.

Untuk bibirmu, saya berupaya segala cara supaya selalu tersungging senyuman di sana, iya sebatas itu tugasku. Sementara untuk mengecupnya, saya tak punya hak apa-apa, itu peran dia.

Iya, selalu begitu. Kamu datang kepadaku membawa kecewa karenanya, lalu kembali kepadanya membawa bahagia karenaku. Selalu begitu, terus terulang, sudah tak terbilang.

Kamu bodoh, terus bertahan dengan ia yang tak perhatian. Masih memilih ia yang katamu membosankan! Atau...? Atau bersama-sama saya sendirilah yang bodoh, terus menyambutmu meski ini tidak ada bedanya dengan pelarian?!

Aku resah saya ini mengalah, atau bersama-sama memang kalah? Tapi terserahlah! Memikirkannya saja saya sudah sangat lelah. Kujalani saja meskipun mungkin ini salah. 

Jujur setiap melihatnya memandangimu yang cantik, dalam membisu yang geram saya kerap berdoa licik, semoga ia lebih sering memperlakukanmu tidak baik. Agar kau lebih sering kecewa. Agar saya dan kau lebih sering bersama.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sebuah Catatan Galau