Cerita Humor Lucu Penghilang Stress yang Selalu Menemani Sepanjang Hari

Kepada Ibu yang Kusemogakan Menjadi Ibuku Juga


Dalam surat ini, hal yang pertama ingin saya lakukan ialah meminta maaf. Maaf telah lancang menuliskan surat ibarat ini kepadamu. Maaf telah mencintai putra bungsumu melebihi engkau. Dan maaf Ibu, saya menginginkannya untuk menjadi penyempurna cacatku. Mengapa saya memintanya kepadamu? Sebab, kalau nanti saya miliknya, hingga kapanpun ia tetaplah milikmu.

Sebelum memutuskan, baiknya saya memperkenalkan diri dulu. Aku tidak memaksa engkau percaya dengan apapun yang saya katakan. Aku hanya ingin diberi kesempatan. Kesempatan menceritakan lebih dan kurangku.

Aku bukan gadis bagus ibarat menantu idamanmu, tetapi saya tidak pernah menganggap anakmu buruk. Aku memang tidak sekaya perempuan lain, tetapi saya bersedia bekerja sama membantu anakmu mencari nafkah. Aku sadar, saya memang tidak arif beribadah, namun saya percaya anakmu bisa mengubahku. Kami sepakat memahami dan mendapatkan masing-masing. Kami memiliki tujuan yang sama, saling membahagiakan.

Perihal mengapa saya ingin sekali menjadi perempuan putramu. Di hidupku, ia sebatas kebutuhan. Aku butuh tenangnya untuk menenangkanku. Aku butuh sabarnya untuk mengajariku tabah. Dan saya butuh sederhananya untuk membuatku merasa cukup. Sebaik-baiknya aku, ia tetaplah yang terbaik alasannya ialah membaikkanku.

Pernah saya bermimpi memiliki anak laki-laki setampan putramu. Sedang putramu berharap memiliki putri sepuitis aku. Inginku ada padanya, dan harapnya ada padaku. Ibu, tidakkah engkau ingin mewujudkan mimpi dari dua anak sekaligus? Sebesar apapun ragumu dikala ini. Ketauhilah bahwa saya ialah sekecil-kecilnya yakin, yang akan tetap memperjuangkannya, hingga saya lupa bagaimana lelahnya berjuang ketika sudah mendapatkan.

Tak usah engkau berpikir anak lelakimu akan meninggalkanmu. Sebab, kalau kami berdua bersatu, engkau akan memiliki putri baru, yakni aku. Tak usah engkau galau memikirkan bagaimana istirahat, makan, dan sakitnya. Perempuan yang ingin menjadi putrimu ini sudah jauh mencar ilmu memahami putramu. Yakinkan saja dalam hatimu, kami akan baik-baik saja.

Aku tidak bermaksud merayu atau menyogokmu dengan kalimat-kalimat ibarat ini. Percayalah Ibu, saya dan anakmu layak menjadi sepasang. Mungkin untukmu ia ialah segalanya. Tetapi bagiku, ia semestaku. Terima kasih Ibu telah melahirkan putra sesempurna dia. Aku menyayanginya. Aku menginginkannya. Sebelum ia menemui ayahku, saya ingin mendapat restumu terlebih dahulu.

Dari, perempuan lancang yang sangat mencintai Putramu.


Pengirim: Kiki
Editor: Zuki Rama

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Kepada Ibu yang Kusemogakan Menjadi Ibuku Juga