Merpati Cinta
Judul : Merpati Cinta
Kategori : Percintaan, Remaja
Oleh : Anisa Nur Hidayah
Malam ini begitu hening, yang kulihat hanyalah bintang-bintang yang bertaburan menggantung di langit.
Aku sendirian duduk di rerumputan yang halus di tepi Danau dengan buliran air mata yang terus mengalir membasahi pipiku.
Aku kesepian, alasannya saya hidup di dunia ini hanya sebatang kara dan bagiku tiada lagi tawa kebahagiaan yang ada hanyalah kesendirian dan kepenatan hidup yang selalu menemani hari-hariku ini.
Aku tergagap alasannya karena satu burung merpati kecil hinggap di bahuku dan kulihat ada sepucuk surat deng kertas berwarna merah muda yang di ikatkan pada kaki kanan burung merpati itu. Aku pun memegang burung merpati itu lalu kubelai lembut sambil tersenyum manis.
“Kamu burung cantik! Mana temanmu?” tanyaku sambil tersnyum
Aku pun melepaskan ikatan surat itu pada kaki burung Merpati lalu kubuka dan membacanya.
“Janganlah kau terus bersedih Prinses. Masih banyak 0rang yang sayang sama kamu. Aku yakin suatu ketika akan ada seorang pangeran yang akan menjemputmu dan mencintaimu dengan tulus” isi surat nya membuatku kaget. Aku mengernyitkan kening tak mengerti dan banyak pertanyaan tertumpuk di otakku. Dan tiba-tiba detak jantungku berdegup kencang padahal sebelum nya saya tidak pernah mencicipi ini semua.
“Siapa pengirim surat ini ya? Tapi siapa pun beliau makasih ya alasannya kau udah buat saya senang” kataku sambil tersnyum paling bahagia sedunia.
Burung itu pun melepaskan diri dari genggamanku ia terbang bebas ke udara. Aku pun segera bangkit lalu menoleh ke belakang dan kulihat seorang laki-laki memakai celana Jeans Jaket Serta Sepatu Putih masuk ke kendaraan beroda empat BMW berwarna merah lalu berlalu pergi dengan kendaraan beroda empat nya. Aku murung hatiku kesal alasannya tidak mampu melihat wajah laki-laki itu. Dan jantungku berdegup kencang membayangkan laki-laki tadi yang kulihat hanya dari belakang.
“Semoga ini bukan pertama dan terakhir kali nya saya melihat pemuda tadi” pintaku dengan wajah memelas
Kian lama hatiku mulai damai dan senyuman selalu terlukis di bibirku setiap hari alasannya setiap hari Burung Merpati kecil itu selalu datang menemuiku dan membawakan surat yang berbeda setiap hari nya. Isi surat itu selalu membuatku bahagia, walaupun saya tidak tahu siapa bahu-membahu pengirim surat itu.
“Siapa sebenar nya pengirim surat cinta itu? Aku yakin beliau pemuda tapi kenapa saya selalu mencicipi beliau ada di dekatku” tanyaku sambil memandangi surat-surat yang tertata rapi di meja belajarku. Keesokan harinya seisi Kampus gempar membicarakan Mahasiswa gres yang katanya Cool, ganteng dan juga seorang penyangi. Aku hanya mengernyitkan kening tak mengerti bangkit di akrab fakultas Sastra fakultasku.
“Sinta! Kok kau seneng banget. Ada apa si?” tanyaku penasaran kepada sahabat fakultasku yang bangkit di depanku.
“Ya ampun Olivd masa kau nggak seneng kan beliau Artis terkenal. Aku mau banget jadi pacar nya” Jawab Sinta sambil tersenyum dan menatapku.
Aku menggeleng-gelengkan tak mengerti maksud pembicaraan Sinta. Tak lama kemudian Mahasiswi-mahasiswi berlarian sambil berteriak histeris ke arahku.
“Waduhh…. Kok cewek-cewek pada nyamperin aku?” tanyaku tak mengerti
“Sumpah perfect banget” kata cewek-cewek itu dan juga Sinta serentak yang bangkit di depanku dan menatapku
“Kalian pada kenapa si?” tanyaku polos. Aku pun tersipuh aib lalu menundukkan kepalaku untuk menghindari tatapan mereka yang begitu dalam. ”Hey! Apa kabar Olive?” Ucap seorang laki-laki sambil memegang bahuku dari belakang “Siapa si?” tanyaku kesal
Aku pun segera menoleh ke belakang. Aku tergagap alasannya kulihat seorang laki-laki sangat ganteng melempar senyum termanisnya ke arahku. Aku melamun dan jantuhku kembali berdegup kencang.
“Hi… Kenalin saya Reno Mahasiswa baru” sambil mengulurkan tangannya. “Olive!” kusambut tangannya dengan tersnyum. Aku tergagap alasannya Burung Merpati Yang biasa menemaniku terbang ke arahku lalu ia hinggap di pundak Reno.
“Cantik! Pinter kau sayang!” kata Reno pada Burung itu “Reno! Kamu kenal sama burung itu?” tanyaku penasaran “Ini Burung aku, prinses!” Kata nya lalu berlalu pergi. Aku tak menyangka Burung yang selama ini menemaniku yakni milik Reno. Aku pun berlari mengejar Reno. Dan kami saling menatap di taman belakang kampus.
“Jadi surat yang selama ini saya trima dari kamu” kataku “Iya! Dari awal saya melihat kau Di Danau itu saya sudah mencintai kamu. Maka nya saya kirim Merpati Cintaku buat kamu” kata Reno sambil tersnyum. “Aku juga dari awal udah cinta sama pangeran Merpati” kataku. “Jadi kau mau trima Cinta aku!” “Iya”. Reno pun merangkulku dan kami membelai merpati itu dengan lembut.
