Cerita Humor Lucu Penghilang Stress yang Selalu Menemani Sepanjang Hari

Menyambut Ramadhan Dengan Gembira

Marhaban ya Ramadhan...
Sahabat Sekalian Sebentar lagi tamu kita yang mulia bulan Ramadhan akan segera tiba. Kita semua sibuk mempersiapkan diri menyambut bulan yang penuh berkah tersebut. Mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan baik-baik ialah amalan yang sangat mulia.

Para ulama sholeh terdahulu senantiasa mengkonsentrasikan diri menyambut Ramadhan dengan penuh keseriusan.

Rasulullah s.a.w. pernah berpesan kepada umatnya :"Akan segera datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan. Tuhan s.w.t. bersama kalian pada bulan itu, maka diturunkanlah rahmat, diampuni dosa-dosa dan dikabulkan do'a dan permintaan. Tuhan melihat kalian berlomba-lomba dalam kebaikan, lalu diikutkan bersama kalian malaikat-malaikat.

Maka tunjukkanlah kepada Tuhan kebaikan diri kalian, bersama-sama orang yang rugi ialah mereka yang tidak menerima rahmat Allah". Dalam al-Quran juga ditegaskan : "Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka bersama-sama itu dari ketakwaan hati.

Lalu bagaimanakah sikap kita sebagai muslim yang baik dalam menyambut Ramadhan ini. Berikut ini ialah sebagian sikap-sikap terpuji yang dilakukan para ulama sholeh terdahulu dalam menyambut bulan suci Ramadhan yang patut kita teladani:

1. Dengan kegembiraan dan kebahagiaan.
Mereka selalu berharap datangnya Ramadhan dan ingin segera menyambutnya dengan kegembiraan dan kebahagiaan. Yahya bin Abi Katsir meriwayatkan bahwa orang-orang salaf terdahulu selalu mengucapkan doa:

"Ya Tuhan sampaikanlah saya dengan selamat ke Ramadhan, selamatkan Ramadhan untukku dan selamatkan saya hingga simpulan Ramadhan". Sampai kepada Ramadhan ialah kebahagiaan yang luar biasa bagi mereka, alasannya pada bulan itu mereka mampu menerima nikmat dan karunia Tuhan yang tidak terkira.

2. Dengan pengetahuan yang dalam.
Puasa Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Ibadah puasa mempunyai ketentuan dan aturan yang harus dipenuhi semoga sah dan sempurna. Sesuatu yang menjadi prasyarat suatu ibadah wajib, maka wajib memenuhinya dan wajib mempelajarinya.

Ilmu perihal ketentuan puasa atau yang sering disebut dengan fikih puasa merupakan hal yang wajib dipelajari oleh setiap muslim, minimal perihal hal-hal yang menjadi sah dan tidaknya puasa.

3. Dengan doa.
Bulan Ramadhan selain merupakan bulan karunia dan kenikmatan beribadah, juga merupakan bulan tantangan. Tantangan menahan nafsu untuk perbuatan jahat, tantangan untuk menggapai kemuliaan malam lailatul qadar dan tantangan-tantangan lainnya. Keterbatasan insan mengharuskannya untuk selalu berdo’a semoga optimis melalui bulan Ramadhan.

4. Dengan tekad dan planning yang matang untuk mengisi Ramadhan.

Niat dan azam ialah bahasa lain dari planning. Orang-orang soleh terdahulu selalu merencanakan pengisian bulan Ramadhan dengan cermat dan optimis. Berapa kali ia akanmengkhatamkan membaca al-Quran, berapa kali sholat malam, berapa akan beramal dan membari makan orang berpuasa, berapa kali kita menghadiri pengajian dan membaca buku agama.

Itulah planning yang benar mengisi Ramadhan, bukan hanya sekedar memplaning menu makan dan pakaian kita untuk Ramadhan. Begitu juga selama Ramadhan kita bertekad untuk mampu meraih taubatun-nasuuha, tobat yang meluruskan. Nah Sudahkah pernahkah kita merasa bangga dikala Ramadhan hapir tiba? Atau kita malah merasa sebaliknya?

Saudaraku kita harus mencontoh perilaku Rasulullah SAW dan para sahabatnya,mereka menyambut ramadhan dengan penuh suka cita dan kegembiraan. Dan mereka akan bersedih dikala bulan ramadhan pergi. Semoga ramadhan kali ini kita kita mampu meneladani sikap mereka dalam menyambut ramadhan. Kita sambut Ramadhan dengan suka cita dan kegembiraan!

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Menyambut Ramadhan Dengan Gembira