Cerita Humor Lucu Penghilang Stress yang Selalu Menemani Sepanjang Hari

Wajib Menghormati Tamu, Tapi Bagaimana Bila Tamu Itu berbeda Agama

Dahulu, Nabi Ibrahim as punya kebiasaan tidak makan kecuali dengan para tamu. Kebiasaan Nabi Ibrahim as tersebut masyhur di tengah masyarakat. 

Hingga suatu ketika ada seseorang tamu yang mendatangi Nabi Ibrahim as.Seseorang itu berkata, " Saya mendengar bahwa kau ialah seseorang yang tidak makan melainkan dengan para tamu. Saya datang ke tempatmu meminta semoga saya diberi makan dan menerima jamuan dari kau.

 

Kemudian nabi Ibrahim berkata, " Baik, saya akan menjamu engkau. Tapi sebelumnya saya mau tahu apa agamamu ? Apakah kau seseorang yang menyembah Allah? "

" Tidak, saya bukan seseorang yang menyembah Allah." Jawab tamu tersebut.Nabi Ibrahim berkata, 

"Kalau kau mau saya jamu, kau harus beriman kepada Tuhan swt terlebih terdahulu." 

Seseorang itu pun tidak mau mengikuti usul Nabi Ibrahim as. Kemudian pergi begitu saja.

Beberapa ketika kemudian Tuhan swt menurunkan wahyu kepada Nabi Ibrahim, " Hai Ibrahim, seseorang itu sudah puluhan tahun kafir kepada-Ku. Biarlah itu menjadi urusan ia dan Aku. Dan selama puluhan tahun itu pula Aku tidak pernah menghentikan dukungan rezeki kepada dia. Baru hari ini saya mengirim ia kepada kau. Aku mewakilkan rezeki-Ku untuk ia melalui kau. Kenapa kau mempersyaratkan macam-macam kepadanya ?"

Selepas menerima teguran dari Tuhan swt, Nabi Ibrahim pun bergegas pergi mencari orang tersebut. Setelah seseorang tersebut ketemu Nabi Ibrahim mengajaknya ke rumah supaya Nabi Ibrahim menjamu nya. 

" Tidak... tidak. Kenapa tadi pas saya mendatangi rumahmu, engkau menolak menjamuku dan
mempersyaratkan macam-macam." Kata seseorang tersebut.

Nabi Ibrahim kemudian menjawab, " Gara-gara kamu, saya menerima teguran dari Tuhan swt."

Dengan terheran-heran seseorang itu membalas, " Tuhanmu  menegurmu gara-gara saya? Baik sekali Tuhanmu. Kalau begitu, mulai sekarang saya akan mengikuti ajaranmu, saya beriman kepada Tuhan swt."

*Petikan ceramah Hbb Jindan bin Novel Bin Jindan*

Semoga  bermanfaat

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Wajib Menghormati Tamu, Tapi Bagaimana Bila Tamu Itu berbeda Agama