Untuk belum dewasa kita, ke dua orangtua dalam hidupnya banyak berbuat kebohongan :
1. Ketika Ibu/bp hendak/mau makan melihat anaknya, bila makan kurang, Ia akan menunjukkan makanan itu kepada anaknya dan berkata , makanlah ibu tidak lapar nak.
2. Saat makan, Ia slalu menyisikan ikan/daging untuk anaknya dan berkata,ibu/bp tidak suka Ikan/daging,makanlah nak
3. Tengah malam dikala dia sedang menjaga anaknya yang sakit, Ia berkata Istirahatlah nak,ibu/bp belum kantuk.
.
4. Saat anak sudah bekerja,mengirimkan uang untuk Ibu/bp, Ia berkata simpanlah nak untuk keperluanmu, ibu/bp masih punya?"
5. Saat anak sudah sukses, anaknya menjemput ibu/bp nya untuk tinggal di rumah besar, lantas berkata,rumah bau tanah kami sangat nyaman nak,kami tidak terbiasa tinggal di sana
6. Saat menjelang tua, ibu /bp sakit keras,anaknya menangis tetapi ibu /bp masih mampu tersenyum sambil berkata, jangan menangis nak ibu/bp tidak apa-apa. Ini yakni kebohongan terakhir yang dibuat Ibu.
Tidak peduli seberapa kaya kita,seberapa dewasanya kita, ke2 ortu selalu menganggap kita anak kecilnya, menghawatirkan diri kita tetapi kita tidak pernah menghawatirkan hidup ke2 ortu.
Semoga semua anak di dunia ini mampu menghargai setiap kebohongan ke2 ortu kita alasannya yakni beliaulah Malaikat faktual yang di kirim TUHAN
Semoga bermanfaat
